Apa Itu Breakout Trading?

Breakout trading adalah suatu strategi forex yang mengandalkan penembusan harga dari suatu level kunci sebagai pemicu entry. Level kunci tersebut bisa berupa support resistance penting yang terbentuk dari level psikologis, pengamatan high low harga secara manual, penarikan garis-garis fibonacci dari titik-titik swing, ataupun hasil perhitungan pivot point.

Momen breakout sering dinanti oleh para trader, khususnya mereka yang mengikuti strategi trend following. Hal itu karena, breakout trading yang terkonfirmasi seringkali diikuti oleh penguatan trend secara signifikan, sehingga cara ini menjadi andalan para trader yang ingin mendapat keuntungan maksimal.

Breakout Trading Dalam Forex
Prinsip utama dalam breakout trading adalah buy di atas harga tertinggi (ditandai dengan resistance) atau sell di bawah harga terendah (support). Ide tersebut tentu saja berlainan dengan metode trading di pasar sideways, yang mengharapkan harga untuk mematuhi batas-batas support resistance.

Secara teknikal, ada beberapa strategi forex yang bisa dimanfaatkan dalam breakout trading. Berikut ini contoh-contohnya:

1. Breakout Trading Dengan Support Resistance

Berperan sebagai batas atas dan bawah dari pergerakan harga, support resistance tak hanya berfungsi sebagai acuan titik balik yang "mengurung" harga dalam suatu range tertentu. Breakout harga dari kedua level ini dinilai signifikan karena umumnya mengawali penguatan trend di satu arah tertentu.

Breakout Trading Dengan Support Resistance
Semakin valid support resistance, maka semakin besar pula potensi keuntungan breakout trading Anda. Validitas itu bisa ditentukan dari frekuensi bounce harga. Semakin sering suatu support atau resistance diuji oleh harga, maka semakin valid pula level-level tersebut.

2. Breakout Trading Dengan Trendline

Strategi forex breakout trading ini dapat diterapkan pada kondisi reversal tajam, yang terjadi setelah sebelumnya harga bergerak dalam suatu trend. Prinsip penggunaan trendline secara garis besar mirip dengan pemanfaatan support resistance, dimana frekuensi pengujian harga menjadi standard untuk menentukan validitas trendline.

Breakout Trading Dengan Trendline

3. Breakout Trading Dengan Analisa Pola Chart

Analisa pola chart merupakan metode yang memanfaatkan bentuk pergerakan harga secara langsung di chart. Breakout trading dengan strategi forex ini jarang mengandalkan indikator karena lebih menuntut kecermatan trader dalam mengenali bentukan pola harga di chart.

Dalam breakout trading, pola triangle (segitiga) menjadi formasi penting yang dijadikan acuan. Terdapat 3 macam pola triangle yang sering muncul, di antaranya adalah:

Ascending Triangle

Pola harga ini membentuk suatu formasi mirip segitiga siku-siku, yang ditandai dengan naiknya titik-titik low, tapi tak ada perubahan berarti dari high harga. Karena ciri ini, ascending triangle kemudian diartikan sebagai kondisi yang mewakili pelemahan kekuatan seller. Poin low yang semakin naik menandakan posisi seller yang semakin memudar, sementara stabilitas high mencerminkan kokohnya kekuatan buyer. Karenanya, ketika harga berhasil brekout dari level high, akan terjadi penguatan uptrend yang signifikan.

Breakout Trading Dengan Ascending Triangle

Descending Triangle

Pola ini juga sering disebut sebagai "segitiga menurun", yang skenarionya berbanding terbalik dengan ascending triangle. Pada pola chart ini, high harga terus menurun (menandakan pelemahan kekuatan buyer), sementara titik-titik low cenderung stabil (merefleksikan tangguhnya kekuatan seller). Ketika harga kemudian bergerak menembus level low, besar kemungkinan terjadi penguatan downtrend yang signifikan. Jadi dalam prinsipnya, descending triangle merupakan pola chart yang mendahului terjadinya bearish breakout.

Breakout Trading Dengan Descending Triangle

Symmetrical Triangle

Pola chart ini terbentuk karena high dan low harga sama-sama melemah, sehingga tak ada satu sisi yang bertahan di level tertentu dan menyebabkan ketimpangan. Pada kondisi tersebut, arah breakout berikutnya tak bisa diprediksi. Harga bisa saja menembus level high dan menguat ke atas, tapi juga berpeluang untuk melanjutkan pergerakan dalam arah downtrend setelah sebelumnya breakout dari level low.

Breakout Trading Dengan Symmetrical Triangle

4. Breakout Trading Dengan Moving Average

Cara breakout trading dengan moving average berbeda dari strategi forex yang mengaplikasikan trendline. Meskipun sama-sama berfungsi sebagai alat untuk mengidentifikasi arah trend, dua indikator tersebut bisa memiliki manfaat yang berlainan.

Dalam strategi breakout trading, Moving Average lebih difungsikan sebagai support resistance dinamis. Dengan mengatur Moving Average pada periode besar, seperti MA 200, Anda dapat menjadikan garis MA sebagai support ketika uptrend, dan resistance ketika harga cenderung downtrend. Momen breakout trading tercipta saat terjadi perubahan arah trend, dimana harga kemudian menembus MA dan bergerak dalam trend baru.

Pada contoh grafik di bawah ini, tampak MA yang sebelumnya berfungsi sebagai resistance berubah menjadi support setelah trend harga berganti dari bearish menjadi bullish. Momen perubahan itulah yang bisa dimanfaatkan sebagai peluang entry dalam breakout trading.

Breakout Trading Dengan Moving Average

Teknik Menghindari Sinyal Palsu Dalam Breakout Trading

Tahukah Anda? Sinyal palsu merupakan komponen yang tak boleh dilupakan dan wajib dipelajari dalam breakout trading. Seringkali, harga seakan-akan breakout setelah menembus suatu level penting, tapi ternyata tak lama kemudian ia batal melanjutkan breakout karena kembali ke arah pergerakan sebelumnya. Kalau sudah terlanjur open posisi, tentu saja hal itu akan menyebabkan loss.

Agar terhindar dari jebakan sinyal palsu seperti itu, sebaiknya terapkan teknik konfirmasi breakout trading dan entry dengan pending order. Untuk lebih jelasnya, berikut ini beberapa strategi forex yang perlu dipertimbangkan:
  • Konfirmasi sinyal entry dengan menunggu hingga candle breakout tertutup di atas level resistance atau di bawah support. Akan lebih baik lagi jika open bisa menunggu hingga beberapa candle setelah breakout.
  • Manfaatkan sinyal dari indikator lain. Apabila breakout trading terjadi bersamaan dengan pergantian arah trend, Anda bisa mengaplikasikan MACD atau oscillator lain untuk mengkonfirmasi sinyal tersebut.
  • (gambar "46 konfirmasi breakout dengan MACD", dengan alt "Konfirmasi Breakout Dengan MACD")
  • Perhatikan bagaimana price action yang terbentuk di area breakout. Anda bisa mewaspadai pola candle reversal seperti doji dan pin bar ketika harga bergerak di level penting.
  • (gambar "46 mengenali false breakout dengan price action", dengan alt "Mengenali False Breakout Dengan Price Action")
  • Untuk mengantisipasi kerugian apabila terjadi false breakout, sebaiknya tetapkan pending order. Dengan demikian, posisi trading baru akan terbuka ketika harga sudah benar-benar breakout melewati level support atau resistance. Caranya, tempatkan buy stop di atas resistance atau sell stop di bawah support. Jangan lupa untuk memasang stop loss sesuai batas toleransi risiko, agar breakout trading Anda tetap aman apabila harga bergerak dalam volatilitas yang tak menentu.

Dalam Breakout Trading, Perhitungkan Pula Aspek Fundamental

Breakout trading sebetulnya lebih banyak dipengaruhi oleh faktor fundamental ketimbang teknikal. Logikanya, memang tidak wajar apabila harga tiba-tiba bergerak tak normal dan melanggar aturan support resistance, jika tidak dilatarbelakangi oleh peguatan sentimen buyer atau seller. Karena hal itu umumnya dimotivasi oleh isu fundamental berdampak tinggi, maka sudah sepantasnya jika strategi forex dengan breakout trading juga memperhatikan analisa fundamental.

Faktanya, trader kerap mencari peluang breakout trading pada saat-saat tertentu, terutama ketika pasar baru saja diramaikan oleh berita forex. Awal sesi London menjadi momen favorit karena saat itu harga mulai dipengaruhi oleh rilis data berdampak tinggi, setelah sebelumnya relatif bergerak "tenang" di sesi Asia.