Cara Mudah Mengenali Ciri Broker Forex Terbaik Untuk Scalping

Dalam artikel sebelumnya yang mengulas tentang cara mudah penerapan strategi scalping, telah disinggung bahwa salah satu aturan broker bisa sangat berpengaruh pada kesuksesan penerapan metode trading tersebut. Limit open order, spread, dan format pricing menjadi contoh beberapa hal yang perlu diperhatikan. Bagi Anda yang masih belum mengerti kenapa aspek-aspek tersebut bisa sangat berperan, pemahamannya bisa diselaraskan dengan cara mudah mengenali ciri broker forex terbaik berikut ini.

Cara Mudah Mengenali Broker Forex Terbaik Untuk Scalping

Cara Mudah I: Pastikan Jika Broker Tak Melarang Scalping

Jika broker Anda belum-belum sudah melarang scalping, bagaimana bisa mengandalkannya untuk bertrading dengan strategi itu? Percaya atau tidak, ada beberapa broker forex yang tak menyediakan cara mudah, atau bahkanmemperkenankan tradernya untuk berstrategi dengan metode scalping. Alasannya bisa bermacam-macam, tapi yang paling umum adalah demi menghindari masalah overload server.

Namun dengan semakin banyaknya peminat scalping, broker yang membatasi cara mudah penggunaan strategi itupun makin berkurang. Walaupun begitu, bukan berarti Anda bisa melalaikan inspeksi broker. Anda tetap perlu memastikan jika broker forex yang Anda gunakan tidak melarang scalping, sebab akan sangat berbahaya jika nantinya Anda menyepelekan cara mudah pertama ini karena menganggap semua broker forex sudah memperbolehkan penggunaan strategi itu. Cara mudah menyelidikinya: Telusuri informasi dan kebijakan broker tentang strategi apa saja yang diperbolehkan. Informasi ini biasanya terdapat di spesifikasi akun trading.

Cara Mudah II: Kenali Kisaran Spread

Spread bisa menjadi unsur pertama yang dikenali saat Anda mencari broker forex terbaik. Anda dapat mengunjungi situs resmi broker untuk mendapatkan cara mudah memahami kisaran minimum spread mereka, atau mengunduh platform tradingnya untuk melihat live spread yang ditawarkan pada bagian Market Watch.

Cara Mudah Mengenali Broker Dari Live Spread
Tentunya, semakin rendah spread broker semakin baik kondisinya bagi scalper. Kecenderungan scalper untuk sering membuka posisi dalam waktu singkat menjadi alasan utamanya. Umpamakan Anda bisa membuka 3 posisi scalping dalam sehari. Dengan ketentuan spread minimum 3 pips per order, bisa dihitung, dalam sehari Anda sudah membayar 9 pips ke broker. Lantas dalam waktu seminggu, berapa puluh pips yang perlu Anda korbankan? Untuk itu, scalper dianjurkan untuk menghindari broker forex yang spread minimumnya tinggi. Kisaran spread minimum 1 pip atau bahkan zero spread sering menjadi pilihan ideal mereka.

Cara Mudah III: Prioritaskan Pricing 5 Digit

Format pricing atau kuotasi harga kerap diremehkan oleh trader yang merasa tak punya kepentingan dengan aspek satu ini. Namun bagi scalper, perbedaan pricing dapat menjadi penentu keberhasilan trading.

Saat ini, dua model format pricing yang umum ditawarkan broker forex terbaik adalah 4 digit (0.1234) dan 5 digit (0.12345). Untuk scalper, 5 digit lebih direkomendasikan karena bisa menyajikan detail perubahan pergerakan harga yang lebih rapat dan akurat. Mengapa hal itu perlu? Sebelumnya, ingat bahwa prinsip strategi scalping adalah untuk meraih profit dari perubahan terkecil harga. Nah, pergerakan harga dengan sistem kuotasi 5 digit menyediakan cara mudah bagi scalper yang menginginkan keuntungan tersebut.

Misalnya saja, ketika EUR/USD bergerak dari 1.0567 ke 1.0566, maka perubahannya akan tercatat sebesar 1 pip saja di broker 4 digit. Akan tetapi, perhitungan tersebut bisa berbeda di broker 5 digit, karena perubahan harga akan tercatat sebagai 1.05678 ke 1.0564. Artinya, jika saat itu Anda menutup order dengan profit, maka keuntungannya adalah sebesar 1.4 pips. Tentunya, kisaran itu akan lebih menguntungkan daripada sekedar meraup 1 pip.

Selain itu, 5 digit merupakan tipe pricing yang lebih baru dan menandakan perkembangan di pasar forex. Dengan demikian, tak heran jika lambat laun semua broker forex yang masih 4 digit akan menyesuaikan sistem pricing mereka dengan model 5 digit. Informasi format pricing bisa diketahui dengan cara mudah, karena biasanya tercantum di spesifikasi trading dalam situs resmi broker.

Cara Mudah IV: Pelajari Aturan Scalping Lebih Lanjut

Sudah yakin broker forex Anda memperbolehkan scalping? Jika ya, maka terapkan cara mudah berikutnya, yaitu menyimak aturan lebih lanjut tentang trading jangka pendek. Tak jarang, broker mengizinkan scalping dengan batasan-batasan tertentu. Misalnya saja, order tak bisa ditutup sebelum terbuka paling tidak selama 5 menit. Jika nekad close order, maka profit trading tak akan diakui.

Aturan yang membatasi cara mudah seperti itu bisa berpengaruh pada kesuksesan trading, terutama untuk scalper yang floating-nya tak sampai 5 menit. Oleh karena itu, agar strategi benar-benar terolah secara maksimal, pastikan bahwa tak ada aturan khusus dari broker yang bisa mempersulit keberhasilan scalping.

Cara Mudah V: Selidiki Kualitas Eksekusi Order

Satu lagi komponen yang tak bisa ditanggalkan oleh scalper saat memilih broker forex terbaik adalah kelancaran eksekusi order. Metode scalping menuntun trader untuk sering-sering open dan close order. Jika eksekusi broker sering requote ataupun terkena slippage, maka tentu saja kelancaran trading akan terhambat. Alih-alih memenuhi harapan untuk mendapat profit sedikit tapi sering, Anda justru akan memperoleh profit sedikit tapi jarang.

Maka dari itu, ketahui bagaimana kualitas eksekusi suatu broker jika ingin mendapat cara mudah bermain scalping. Menguji eksekusi broker bisa dilakukan dengan cara mudah, yakni daftar akun live dengan dana trading yang kecil dulu. Tes seperti apa eksekusi order di semua kondisi, karena biasanya masalah sering terjadi ketika volatilitas harga meningkat saat banyak rilis berita penting.

Kelima cara mudah di atas bisa Anda jadikan sebagai panduan saat memilih broker forex paling ideal. Selain mengecek informasi dari situs broker atau platform trading, Anda juga bisa menerapkan 5 cara mudah di atas dengan menggali review dan testimoni para pengguna broker yang bersangkutan.