Cara Trading Aman Bebas Stres Dengan Price Action

Cara trading aman sangat diperlukan agar Anda tak terjerumus pada kesalahan-kesalahan berisiko tinggi. Biasanya, money management menjadi primadona dalam kunci cara trading aman. Namun demikian, sumber risiko kadang bermula dari psikologi trading Anda sendiri.

Jika dibebani stres, maka aturan money management sebaik apapun tak akan ada gunanya. Trading di bawah tekanan membuat Anda rentan melakukan kesalahan. Biasanya, ketakutan berlebih terhadap potensi loss dan harapan tak realistis untuk mendapat keuntungan besar akan memicu tindakan di luar rencana money management. Jadi jelas, stres perlu dihindari dengan cara trading aman tertentu, agar money management bisa terlaksana dengan konsisten.

cara trading aman bebas stres
Secara umum, anjuran para pakar untuk menepis stres adalah dengan melakukan hal-hal di luar trading, karena yang menjadi fokus di sini adalah menjaga kesehatan mental. Beberapa kiat seperti berolahraga, mengambil waktu liburan, dan meluangkan waktu untuk pergi bersenang-senang menjadi tips yang sangat umum untuk menghindari stres trading.

Namun demikian, sebenarnya ada cara trading aman bebas stres yang bisa dilakukan di lapisan strategi. Seperti apakah tekniknya?

Gunakan Price Action

Apapun metode dan indikator yang Anda gunakan, selalu utamakan konfirmasi sinyal dengan price action. Tekniknya mudah saja, cukup tunggu sampai candlestick tertutup untuk mendapat konfirmasi yang Anda inginkan.

Sebagai contoh, katakanlah Anda trading dengan strategi trendline breakout. Saat mendapati harga tengah menembus trendline, jangan ambil tindakan sebelum harga menyelesaikan penetrasinya dan tertutup di luar trendline. Selain itu, perhatikan jenis candlestick untuk mendapatkan konfirmasi lebih lanjut. Apabila breakout mengindikasikan bullish reversal, maka sinyal buy akan lebih tervalidasi setelah candle bullish tertutup di atas down trendline.

cara trading aman breakout
Contoh kedua, Anda menggunakan kombinasi Stochastic dan Support Resistance untuk mengambil peluang saat harga berbalik dari area overbought atau oversold. Ketika harga menyentuh support dan Stochastic berada di bawah level 20, maka sebaiknya entry buy baru dilakukan ketika kenaikan harga dari support telah dikonfirmasi dengan candle bullish yang telah tertutup. Dalam hal ini, konfirmasi sinyal Stochastic biasanya juga perlu dilakukan.

cara trading aman stochastic

Cara Trading Aman Bebas Stres Juga Punya Risiko

Karena perlu menunggu sampai candlestick tertutup, tentu perlu waktu lebih lama untuk merespon suatu sinyal entry . Hal ini jelas bertentangan dengan prinsip beberapa trader yang ingin menangkap sinyal seawal mungkin. Bagi mereka, semakin awal sinyal terdeteksi, semakin besar pula peluang keuntungan yang dapat diraih. Lantas apakah cara trading aman dengan price action dapat membatasi potensi profit?

Secara mengejutkan, jawabannya adalah ya. Coba perhatikan contoh chart di bawah ini:
Jika Anda entry sell di candle 1 dan menutup posisi tepat di candle 3 maka besar keuntungan yang bisa dipanen adalah sekitar 300 pips. Tapi jika Anda menunggu konfirmasi pada candle 2 yang tertutup di area 1.3370, maka posisi sell Anda hanya mendatangkan 250 pips.

risiko cara trading aman
Apabila bisa mengurangi profit, mengapa cara trading aman dengan price action direkomendasikan? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, ada 3 poin penting yang perlu diperhatikan:

  1. Tak ada yang bisa memperkirakan harga ke depan dengan pasti. Bahkan sinyal yang terlihat sudah sangat bagus bisa berubah menjadi sinyal palsu.
  2. Semakin besar profit, semakin besar pula risiko kerugiannya.
  3. Mengejar profit maksimal dapat menjadi sumber stres.

Sebagian besar trader yang menginginkan trading pada sinyal seawal mungkin adalah para amatir yang belum memperhitungkan kemungkinan sinyal palsu. Padahal dibanding perkiraan profit, ancaman tersebut semestinya lebih diantisipasi. Kelengahan trader dalam menghadapi sinyal palsu sering dimanfaatkan oleh pemain besar. Akibatnya, posisi trading para pemula yang tampaknya didasarkan pada 'sinyal bagus' jadi tersambar stop loss.

Ketika harga baru menyundul trendline, support, atau resistance, kemungkinan breakout dan rebound masih sama-sama terbuka lebar. Namun setelah candlestick bullish atau bearish tertutup di luar garis-garis tersebut, skenario pergerakan harga berikutnya akan terlihat lebih jelas.

Misalnya saja, saat bullish reversal sudah terkonfirmasi oleh close candle bullish di atas down trendline, kemungkinan harga untuk kembali turun jauh lebih kecil daripada penguatan ke arah upside. Hal itu karena candle sendiri bisa mencerminkan sentimen pasar. Candle bullish yang tertutup di bawah down trendline mengindikasikan kemenangan para buyer untuk membalik penurunan harga. Sedangkan jika candle itu masih dalam proses pembentukan, maka pertarungan antara buyer dan seller bisa dikatakan belum selesai. Itulah mengapa, kualitas sinyal yang sudah terkonfirmasi dengan close candle selalu lebih tinggi.

Dari penjelasan di atas, jelas bahwa mengambil sinyal yang belum terkonfirmasi akan lebih berisiko. Itulah mengapa, trader yang mengejar profit maksimal jauh lebih sering mengalami stres ketimbang mereka yang menerapkan cara trading aman. Trader seperti itu akan selalu dihantui oleh ketidakpastian sinyal palsu, sehingga setiap keputusan trading hampir selalu diambil di bawah tekanan.

trading di bawah tekanan stres
Sebaliknya, trader yang mengutamakan cara trading aman akan lebih percaya diri dalam memutuskan posisinya. Mereka bergerak ketika trader-trader amatir sudah 'tereliminasi' dan masuk untuk mengambil keuntungan.

Jadi bisa disimpulkan, risiko cara trading aman yang lebih mementingkan konfirmasi sinyal sebenarnya bersifat relatif. Trader yang paham pentingnya mengantisipasi risiko akan menganggapnya sebagai kelebihan, sementara mereka yang masih mengejar sinyal di awal akan memandangnya sebagai kekurangan.

Plus Minus Cara Trading Aman Dengan Price Action

Terlepas dari polemik di atas, cara trading aman dengan price action memiliki daftar kelebihan dan kekurangan yang secara umum bisa dibagi dalam poin-poin berikut:

Plus:
  • Menghindarkan trading dari sinyal palsu
  • Mengurangi beban stres dan rasa takut berlebihan (fear) dalam trading.
  • Mengajarkan konsistensi trading dengan aturan yang sudah ditetapkan.
  • Mudah diterapkan, tak memerlukan indikator apapun.
  • Menambah keyakinan dalam trading

Minus:
  • Membuat Anda melewatkan beberapa peluang (jika di pasar yang sedang bergerak cepat)
  • Tidak bisa memberikan sinyal lebih awal.

Jadi, pilihan manakah yang Anda pilih? Sinyal lebih awal atau cara trading aman bebas stres?

Jika perbandingan di atas belum meyakinkan Anda akan cara trading aman yang lebih berkualitas, ketahuilah bahwa tak mengedepankan risiko saat mengejar profit maksimal sama seperti perumpamaan ini: Yang dikandung berceceran, yang dicari tiada dapat.

Buat apa mengejar profit maksimal jika mengorbankan banyak uang? Bukannya untung, Anda malah mendapat lebih banyak loss. Bagaimanapun juga, lebih baik profit terbatas dengan risiko minim, karena setidaknya Anda masih akan mendapat profit dengan risiko yang lebih kecil.

Keuntungan besar, apalagi jika dikejar dengan cara trading berisiko, sangat jarang terjadi. Sekalipun Anda mendapat banyak profit begitu sukses mendapatkannya, besar loss yang dihimpun akan jauh lebih merugikan Anda.