Cara Trading Forex Di Pasar Sideways

Dalam mencari peluang terbaik dan menetapkan cara trading forex, pola pergerakan harga kerap kali menjadi perhatian utama. Kondisi trending pun menjadi favorit, mengingat keuntungan trading dihitung dari seberapa besar harga telah naik atau turun dari level entry.

Namun faktanya, pasar lebih didominasi oleh pola ranging (sideways) ketimbang trending. Jika sudah seperti itu, apakah ini artinya kesempatan jarang sekali muncul? Apabila Anda trader yang benar-benar berpacu pada trend, maka bisa dibilang begitulah adanya. Namun jika Anda tipe trader yang lebih fleksibel, ketahuilah bahwa pasar sideways pun menyimpan peluang yang dapat dimaksimalkan dengan cara trading forex tertentu.

Cara Trading Forex Di Pasar Sideways
Pada dasarnya, potensi market sideways memang tak setinggi pasar trending. Namun ada keuntungan tersendiri dari cara trading forex di kondisi ini, yaitu kemudahan. Harga yang bergerak dalam ranging, normalnya berada dalam batasan support resistance. Jadi secara teori, cara trading forex sederhana di pasar ranging adalah: entry buy diambil ketika harga memantul dari support, sementara entry sell diposisikan saat harga turun dari resistance.

Prinsip Sederhana Cara Trading Forex Sideways
Tak hanya persoalan entry, perkiraan exit pun dapat terpecahkan dengan mudah pada cara trading forex di pasar sideways. Ingin tahu tekniknya? Berikut ini penjelasan lengkap yang tersaji dalam 3 langkah trading, plus beberapa kiat ekstra.

Cara Trading Forex I: Kenali Support Resistance

Sesuai prinsip pasar sideways yang telah disebutkan di atas, harga cenderung bergerak dalam range support resistance. Oleh karena itu, tahap pertama dalam cara trading forex di market ranging adalah identifikasi support resistance.

Ada beberapa strategi forex mengenali support resistance, di mana ide dasarnya adalah dengan menghubungkan titik-titik high atau low harga yang terlihat gagal menembus suatu level.

Mengenali Support Resistance
Dalam memasang support resistance, Anda dapat menggunakan beberapa cara trading forex seperti:
  • Menempatkan garis horizontal secara manual di chart pada level-level yang diduga sebagai support dan resistance.
  • Menjadikan level psikologis (angka bulat) sebagai patokan. Dalam strategi forex umum, banyak trader memilih entry atau memposisikan pending order di sekitar level psikologis. Tak hanya trader retail, para pemain besar pun kerap menggunakan cara trading forex serupa. Dengan demikian, pola pergerakan harga di sekitar level angka bulat ini seringkali menggambarkan perilaku pasar dengan jelas, sehingga bisa digunakan sebagai acuan strategi forex dalam trading.


  • Level Psikologis
  • Mengandalkan cara trading forex dengan Fibonacci, tool teknikal yang ditarik manual dari swing-swing harga.
  • Menggunakan pivot point yang dihitung dari level open, high, low, dan close dari sesi trading terakhir. Hasil kalkulasi pivot point ini nantinya menjelma menjadi level-level harga yang bisa dijadikan sebagai support resistance.

Pivot Point
Dalam mengenali support resistance, Anda bisa mengaplikasikan salah satu metode di atas. Sebaiknya, pilih strategi forex yang Anda rasa paling mudah dipahami dan mampu mengidentifikasi support resistance secara ideal.

Cara Trading Forex II: Ikuti Pola Price Action

Setelah mendapatkan support resistance, cara trading forex berikutnya adalah dengan mengikuti pola price action. Mengapa harus demikian? Karena bagaimana bentuk harga di chart dapat mencerminkan aksi para pelaku pasar. Jika bounce harga dari support atau resistance didukung dengan pola price action reversal (pembalikan), maka hal itu akan lebih memastikan peluang entry Anda.

Contoh pola reversal yang paling terkenal di berbagai cara trading forex dan sering muncul di chart adalah pin bar. Candlestick ini ditandai dengan penolakan pada level harga tertentu, dengan ciri body yang kecil dan sumbu panjang melebihi besar body-nya. Jika sebuah pin bar muncul di puncak uptrend dan memiliki sumbu atas yang panjang, maka hal itu menandakan potensi reversal bearish.

Pin Bar
Dalam cara trading forex di pasar sideways, Anda dapat mengamati sumbu atas pin bar yang membentur resistance. Ketika candle pin bar tersebut di tutup di bawah resistance, saat itulah peluang entry sell muncul.

Cara Trading Forex Dengan Pin Bar
Selain pin bar, beberapa pola price action reversal yang penting dalam cara trading forex ini adalah:

Engulfing

Engulfing

Hammer, Hanging Man, Inverted Hammer, dan Shooting Star

Hammer

Evening dan Morning Star

Evening Dan Morning Star

Inside Bar

Inside Bar

Cara Trading Forex III: Entry Setelah Sinyal Terkonfirmasi

Tahap strategi forex ini sebenarnya relatif, karena dalam pasar sideways yang range pergerakan harganya sempit, trader perlu memanfaatkan sinyal seawal mungkin agar mendapat profit terbaik. Namun demikian, filter menjadi aturan wajib bagi trader konservatif, karena dapat difungsikan sebagai strategi forex untuk mengantisipasi false reversal.

Cara trading forex paling sederhana untuk konfirmasi adalah dengan menunggu hingga candle berikutnya selesai tertutup. Jadi misalkan Anda sudah mendapat sinyal sell dari bearish pin bar yang gagal menembus resistance, maka konfirmasi entry dapat ditunggu hingga candle setelah pin bar tersebut tertutup di level yang lebih rendah.

Di samping itu, Anda juga bisa memanfaatkan sinyal dari indikator teknikal sebagai cara trading forex alternatif untuk mendapatkan konfirmasi. Oscillator seperti RSI, Stochastic, dkk. biasanya seing diandalkan dalam cara trading forex di kondisi sideways, karena dapat memberikan sinyal jenuh jual (oversold) dan jenuh beli (overbought).

Konfirmasi Dengan RSI

Kiat Ekstra Untuk Cara Trading Forex Saat Pasar Sideways

Berdasarkan pola pergerakan harga di pasar forex setiap harinya, kondisi sideways lebih sering terjadi di sesi Asia. Dengan demikian, cara trading forex di atas agaknya kurang tepat untuk diaplikasikan dalam metodologi trading jangka pendek yang masuk di sesi Eropa dan Amerika.

Dalam mengolah cara trading forex di pasar sideways, trader juga perlu belajar membedakan antara kondisi sideways dan choppy. Sama-sama terlihat datar, kedua kondisi pergerakan harga itu sebenarnya sangat berbeda. Jika sideways dapat diidentifikasi dari pola harga yang bergerak mematuhi aturan support resistance, maka choppy tidaklah demikian.

Sideways VS Choppy

Kondisi choppy merefleksikan pergerakan pasar yang tidak trending, tapi tidak juga sideways. Harga memang cenderung bergerak datar, tapi pergerakannya tak bisa diukur dengan support resistance sebaik apapun. Karena bergerak tak beraturan dan susah diprediksi, maka saran cara trading forex terbaik dalam hal ini adalah: hindari trading di pasar choppy.

Satu lagi kiat tambahan dalam cara trading forex di pasar sideways adalah strategi exit. Karena pergerakan sideways ditentukan dalam batas support resistance, maka sebenarnya mudah saja untuk mengukur level exit potensial. Katakanlah Anda open sell setelah harga memantul dari resistance, maka target take profit bisa ditentukan pada support terdekat. Sementara untuk stop loss, tinggal mengukurnya sesuai batas toleransi risiko Anda.