Teknik Forex Untuk Menentukan Exit Trade Ideal

Dalam trading forex, ada entry namun ada pula exit trade. Semata-mata mengetahui cara entry trading yang baik saja tidak cukup jika Anda ingin memastikan keuntungan, apalagi mendapat profit konsisten.

Hal itu karena trading forex dilakukan dengan prinsip mencari keuntungan dari selisih perubahan harga. Jika harga saat Anda exit trade ternyata tidak membawa selisih yang menguntungkan, atau justru menghasilkan selisih negatif dari harga ketika entry, tentu saja tak akan ada keuntungan berarti yang diperoleh. Mengingat fluktuasi pergerakan harga sangatlah dinamis dan tidak bisa diperkirakan dengan pasti, persoalan memilih titik exit trade ideal bukanlah perkara mudah.

Teknik forex untuk memilih exit trade ideal
Contoh mudahnya, Anda melakukan entry buy EUR/USD di 1.1200. Setelah itu posisi akan terus ter-floating sampai Anda mengeksekusi close order. Katakanlah harga sudah naik ke 1.1230, akankah Anda memutuskan exit trade di level tersebut?

Dalam hal ini, ada 2 kemungkinan yang bisa terjadi:
  1. Harga masih akan terus naik melebihi level 1.1230
  2. Harga akan berbalik turun setelah mencapai level 1.1230

Jika skenario pertama yang berlangsung, maka exit trade di harga 1.1230 jelas akan sangat tanggung. Namun apabila yang terjadi adalah skenario kedua, maka exit trade di level tersebut justru menjadi tindakan tepat. Anda bisa mengunci keuntungan sekaligus mengamankan posisi dari risiko penurunan harga.

Dua kemungkinan di atas selalu membayangi setiap keputusan exit trade. Yang jelas, tidak ada prospek yang bisa diperkirakan dengan pasti. Jadi sebagai trader, Anda sebaiknya melakukan analisa untuk mendapat kemungkinan dengan probabilitas tinggi.

Namun tidak seperti strategi entry yang mengutamakan probabilitas peluang, teknik forex untuk exit trade juga memperhatikan pengamanan risiko dan konsistensi. Itulah sebabnya, terdapat pertimbangan-pertimbangan khusus mengenai exit trade yang bisa Anda pilih sendiri.

Exit Trade Manual Atau Otomatis?

Pada dasarnya, menutup posisi trading atau close order bisa dilakukan dengan 2 metode, yakni manual atau otomatis. Exit trade dengan cara manual artinya Anda sendirilah yang memutuskan kapan saat tepat menutup sebuah posisi dan mengeksekusinya sendiri di platform.

Exit trade manual
Kelemahan exit trade manual terletak pada fokus yang menuntut. Karena harus close order sendiri, Anda perlu rajin-rajin memantau chart agar exit trade bisa dilakukan di saat yang tepat. Jangan sampai suatu posisi trading yang sudah profit jadi merugi karena Anda terlambat menangkap momen.

Untuk meminimalisir risiko seperti itu, banyak trader mengandalkan fitur alarm otomatis yang sudah tersedia di platform MetaTrader. Fasilitas pengingat seperti ini bisa mengirimkan sinyal peringatan (melalui pop-up atau email) saat harga bergerak di level tertentu. Fitur ini tentu dapat membantu Anda merespon pergerakan harga dengan lebih cepat, termasuk melakukan close order jika harga sudah menyentuh level target.

Di sisi lain, metode exit trade kedua adalah cara otomatis yang memanfaatkan fitur stop loss, take profit, dan trailing stop. Anda bisa menargetkan suatu level exit pada jarak yang ideal, lalu bersantai dan tidak perlu repot memantau chart terus-menerus. Jika harga sudah mencapai target, maka sistem akan mengeksekusi close order secara otomatis.

Dengan kemudahan seperti itu, cara exit trade otomatis jelas lebih unggul dari metode manual. Akan tetapi, penggunaan stop loss, take profit, dan trailing stop juga memiliki kelemahan, terutama jika digunakan saat volatilitas harga sedang bergejolak. Untuk menghadapi risiko tersebut, banyak ahli menyarankan untuk memperlebar range stop loss dan take profit, atau tidak masuk sekalian saat pasar dilanda volatilitas tinggi.

Exit Trade Berdasarkan Probabilitas

Teknik forex ini membidik pengoptimalan profit trading. Walaupun mustahil untuk memperkirakan pergerakan harga dengan pasti, Anda masih bisa mendapatkan sinyal exit trade dari bantuan analisa, baik secara fundamental maupun teknikal.

Analisa exit trade
Sebagai contoh, Anda bisa merencanakan exit trade di level resistance untuk entry buy yang sebelumnya dieksekusi berdasarkan sinyal bounce dari garis support. Apabila menjalankan strategi trend trading dan masuk pasar berdasarkan sinyal crossing indikator MA, maka langkah close order bisa diterapkan pada crossing MA berikutnya.

Teknik forex ini lebih banyak dilakukan dengan cara manual daripada otomatis. Jika entry dan exit trade hanya didasarkan pada support resistance yang sudah terpasang di chart, mungkin exit otomatis dengan stop loss dan take profit masih bisa dilakukan.

Namun akan berbeda kasusnya jika sinyal open dan close order diambil dari pengamatan lain seperti pada crossing MA. Tentunya, Anda harus rajin mengamati chart agar bisa menutup posisi trading begitu sinyal crossing muncul. Perubahan arah trend yang seperti itu tidak bisa diprediksi target harganya, terutama jika Anda mengandalkan indikator lagging yang sinyalnya baru terbentuk setelah kemunculan harga.

Exit Trade Berdasarkan Manajemen Risiko

Sesuai namanya, teknik forex ini memperhitungkan risiko sebagai faktor utama dalam penentuan langkah exit trade. Menariknya, teknik forex ini bisa mendatangkan konsistensi hasil trading jika bisa diterapkan dengan disiplin.

Exit trade sesuai manajemen risiko
Dalam menentukan exit trade berdasarkan manajemen risiko, langkah-langkahnya adalah:
  1. Tentukan batas toleransi risiko dan target profit Anda.
  2. Konversikan hasil perhitungan dari langkah pertama ke dalam satuan pip. Untuk ini, Anda bisa memanfaatkan kalkulator forex pip.
  3. Tetapkan hasil konversi sebagai standard ukuran trading serta target stop loss dan take profit.
Contoh penerapan: Anda menetapkan batas risiko 5% per trading. Dengan modal $100, itu berarti kerugian maksimal tiap posisi adalah sebesar $5. Untuk target keuntungan, Anda memilih untuk mengikuti aturan rasio risk/reward 1:1.5. Artinya, ekspektasi profit jika posisi trading berakhir positif adalah $7.5.

Dengan target risiko dan keuntungan itu, Anda menggunakan lot micro yang nilai per pip-nya adalah $0.1. Berdasarkan standard tersebut, maka stop loss bisa ditempatkan 50 pip ($5 : $0.1) dari level entry, sedangkan take profit dipasang 75 pip ($7.5 : $0.1) dari level open.

Exit trade berdasarkan manajemen risiko juga bisa dilakukan secara manual, tanpa bantuan stop loss, take profit, atau tool otomatis apapun. Teknik forex seperti itu biasanya dilakukan untuk mempermudah trader melakukan intervensi jika diperlukan. Namun mengingat tidak semua keadaan "menghalalkan" intervensi dan hal itu bisa mempengaruhi psikologi trader pemula, maka exit trade otomatis dengan stop loss dan take profit jauh lebih direkomendasikan.

Prinsip Penerapan Exit Trade

Exit trade manual berdasarkan probabilitas bisa dipilih jika Anda benar-benar ingin memaksimalkan peluang dan tidak keberatan untuk stay on memantau chart. Sementara itu, apabila Anda lebih mengutamakan pengamanan risiko secara terukur dan konsistensi jangka panjang, juga tidak punya banyak waktu untuk memonitor platform, maka sebaiknya pilihlah exit trade otomatis berdasarkan manajemen risiko.

Apapun metode dan pertimbangan exit trade yang Anda pilih nantinya, jangan lupakan kunci penerapan ini: selalu lakukan dengan objektif dan disiplin tinggi.

Dalam menentukan posisi exit trade secara manual, pandangan objektif sangat diperlukan untuk mengeksekusi close order hanya benar-benar berdasarkan sinyal trading. Memutuskan suatu exit trade dengan pengaruh emosi sangat tidak dianjurkan karena bisa mendatangkan bencana besar bagi akun Anda. Untuk exit trade otomatis, sikap objektif dengan pandangan yang realistis pun sangat diperlukan. Mengapa? Dengan cara ini, Anda bisa menghindari terjadinya kerugian di luar batas toleransi risiko.

Mengeksekusi exit trade dengan objektif dan disiplin
Di samping itu, disiplin juga tidak kalah penting untuk diutamakan dalam exit trade. Percuma saja Anda menetapkan exit trade berdasarkan manajemen risiko jika aturan-aturannya tidak ditaati setiap waktu. Yang seperti itu tidak akan menghasilkan konsistensi jangka panjang, dan tidak membedakan Anda dari trader yang melakukan close order secara manual.

Jikapun Anda nantinya memilih exit trade manual, disiplin tetap perlu dijaga. Jika tidak rutin mengikuti sinyal, maka itu sama saja dengan tidak melakukan teknik forex apapun. Bagaimanapun juga, aturan-aturan trading dibuat untuk membatasi Anda dari bahaya tindakan impulsif. Jadi apabila Anda ingin mendapatkan potensi maksimal dari trading forex, terapkan metode exit trade pilihan Anda dengan objektif dan disiplin.