4 Metode Manajemen Risiko Dalam Trading Forex

Salah satu kunci sukses dalam belajar trading forex adalah manajemen risiko. Anda bisa mengklaim punya strategi trading ampuh atau menggunakan analisa terpercaya, tapi percuma saja jika itu semua diterapkan tanpa manajemen risiko. Mengapa? Karena tanpa adanya manajemen risiko, cepat atau lambat trading Anda akan gagal meraih hasil yang profitable.

Dalam pasar forex tak ada ilmu pasti yang bisa 100% memperkirakan pergerakan harga dengan benar. Sebaik-baiknya suatu sistem pasti ada potensi kesalahan prediksi yang bisa membuat posisi trading Anda loss. Oleh karena itu, saat belajar trading forex Anda wajib membiasakan diri dengan pengaturan manajemen risiko yang baik. Mengutip kata para ahli, "risiko itu pasti ada, tinggal bagaimana kita mengelolanya".

manajemen risiko untuk belajar trading forex

Lantas, bagaimana cara trader belajar trading forex untuk mengatur manajemen risiko yang baik? Ada beberapa solusi manajemen risiko yang bisa Anda terapkan, di antaranya adalah sebagai berikut:

Metode Manajemen Risiko I: Menentukan Besar Risiko Per Trade

Katakanlah Anda mempunyai modal sebesar 1,000 USD. Setelah 'diungkit' dengan leverage 1:100, maka saldo trading yang bisa Anda gunakan berjumlah 100,000 USD. Sekarang pertanyaannya, apakah Anda langsung memakai 100,000 USD tersebut dalam sekali trade?

Jika ya, maka artinya Anda sama sekali tidak memperhitungkan manajemen risiko saat belajar trading forex. Menggunakan semua saldo yang ada dalam satu posisi itu namanya sama saja dengan bertaruh. Jika menang maka profitnya banyak, namun apabila kalah semua dana Anda bisa langsung habis karena merugi. Padahal, kesempatan trading tak hanya sekali. Kenyataannya, ada banyak sekali peluang yang bisa senantiasa Anda temukan dari pergerakan harga di pasar forex.

Jadi agar bisa bertahan lama di pasar forex, sebaiknya terapkan cara trading forex dengan menentukan besar risiko per trade. Risiko per trade dianjurkan seukuran 0.5% sampai 2% dari modal trading. Jadi apabila punya modal 1,000 USD, tetapkan risiko per trade antara 5 USD hingga 20 USD saja. Menerapkan metode manajemen risiko ini akan sangat bermanfaat untuk mencegah risiko loss berlebih, sekaligus memberikan kesempatan lebih banyak bagi Anda untuk bertrading.

Metode Manajemen Risiko II: Membatasi Open Posisi

Sudah menjadi rahasia umum bila broker forex memperkenankan Anda untuk membuka beberapa posisi dalam satu waktu. Cara trading forex seperti ini bagus dilakukan untuk memanfaatkan peluang dari beberapa pair sekaligus. Namun jika ada terlalu banyak posisi yang dibuka secara simultan, maka sama saja Anda telah merisikokan ukuran trading yang sangat besar.

Sebagai contoh, dengan besar risiko per trade sebanyak 2% dan leverage 1:200, membuka 40 posisi sekaligus sama saja dengan mempertaruhkan semua dana di akun Anda. Idealnya, Anda disarankan untuk tidak membuka lebih dari 4 posisi dalam satu waktu. Kontrol manajemen risiko seperti ini akan mempermudah Anda mengukur potensi kerugian trading.

Metode Manajemen Risiko III: Mengatur Rasio Risk Reward

Tips manajemen risiko ini berkenaan dengan pemanfaatan fungsi stop loss dan take profit. Dalam materi belajar trading forex sebelumnya, telah disebutkan bahwa stop loss bermanfaat melindungi posisi trading dari kerugian lebih banyak. Sedangkan take profit dapat digunakan untuk mengunci profit.

Dalam kaitannya dengan pengaturan manajemen risiko, Anda bisa sesuaikan pengaturan level stop loss dan take profit dengan rasio risk reward (laba rugi) tertentu. Sebaiknya rasio risk ditetapkan lebih kecil dari reward, supaya capaian profit yang Anda kumpulkan bisa lebih banyak dari jumlah kerugian.

Misalnya, ketika belajar trading forex Anda dapat menggunakan metode manajemen risiko dengan rasio risk reward 1:2. Maka perhitungan stop loss dan take profitnya adalah sebagai berikut: entry buy EUR/USD pada level 1.1280 ditentukan dengan stop loss pada 1.1260 (jarak 20 pips), dan take profit pada 1.1320 (selisih 40 pips dari level entry). Jika digunakan secara konsisten dengan strategi trading yang telah teruji, maka rasio risk reward tersebut dapat menunjang profitabilitas trading Anda dalam jangka panjang.

Metode Manajemen Risiko IV: Memanfaatkan Trailing Stop

Satu lagi cara mengatur manajemen risiko yang bisa Anda gunakan adalah dengan menggunakan trailing stop. Fasilitas ini sebenarnya adalah pelengkap stop loss yang bisa diatur untuk menyempurnakan fungsi take profit. Bagaimana bisa? Coba simak dulu contoh penggunaannya di bawah ini:

Ida membuka order buy EUR/USD di 1.1280 dengan rasio risk reward 1:2 (stop loss di 1.1260 dan take profit 1.1320). Untuk mengamankan profit, ia mengatur trailing stop 5 pips ketika harga bergerak naik sesuai perkiraannya. Artinya, setiap kali harga naik 5 pips, maka stop loss juga akan bergeser ke atas sebanyak 5 pips. Katakanlah harga meningkat jadi 1.1285, maka stop loss yang tadinya di 1.1260 akan mengekor naik dan berada di level 1.1265. Apabila nantinya harga tiba-tiba turun sebelum mencapai take profit, misalnya di level 1.1310, maka keuntungan yang sudah diraih tak akan hilang, karena stop loss akan tereksekusi di level 1.1290.

Dengan demikian, jelaslah bahwa trailing stop ini membantu Anda untuk memaksimalkan fungsi stop loss dan take profit. Namun demikian, ada satu kunci manajemen risiko penting yang perlu Anda camkan baik-baik di sini: Trailing stop paling bermanfaat jika diterapkan di pasar trending, ketika harga sedang menguat atau menurun tajam. Di kondisi pasar sideways atau ranging, penggunaan take profit justru bisa membuat posisi Anda terkena stop loss lebih awal sebelum profit trading terkumpul.

Trailing stop merupakan fitur yang sudah banyak ditawarkan broker untuk melengkapi kebutuhan pengelolaan manajemen risiko trader. Namun karena tak digunakan sebanyak stop loss dan take profit, ada juga beberapa broker yang tidak melengkapi platform tradingnya dengan fungsi trailing stop. Apabila Anda memerlukan fasilitas ini untuk menyempurnakan manajemen risiko, pilihlah broker forex terbaik yang menawarkan fitur trailing stop.

Memilih Metode Manajemen Risiko

Saat belajar trading forex. manajemen risiko perlu dipahami karena berperan melindungi trading Anda dari risiko pergerakan pasar yang tak menentu. Teknik trading yang bagus selalu memuat rencana manajemen risiko, termasuk trading otomatis yang dikelola dengan penggunaan robot trading forex terbaik.

Manajamen risiko bisa diatur dengan beberapa cara. Anda bisa memilih salah satu tips di atas, atau menerapkan semua metode yang direkomendasikan di artikel ini sebagai cara belajar forex terbaik. Sebagai rekomendasi, sebaiknya pilihlah cara trading forex yang menurut Anda mudah, bisa diterapkan, dan sesuai dengan pengelolaan dana trading Anda.