Mengenal Strategi Scalping Dalam Trading Forex

Setelah memahami dasar-dasar dalam program belajar trading forex, mungkin Anda sudah merasa punya bekal cukup untuk mempraktekannya di akun trading. Namun demikian, sebenarnya Anda masih perlu mengetahui jika trading forex juga perlu mengaplikasikan strategi. Dalam forex, strategi digunakan untuk merencanakan teknik entry dan exit terbaik, sehingga Anda bisa memaksimalkan potensi profit dan membatasi loss sesuai pengaturan manajemen risiko.

Nah, salah satu strategi populer dalam trading forex adalah scalping. Alasannya sederhana saja, scalping memungkinkan trader untuk meraih profit dari pergerakan kecil harga, sehingga keuntungan bisa lebih sering diambil dan hasil trading pun dapat diperoleh tanpa menunggu waktu lama. Strategi ini kerap kali diambil oleh mereka yang ingin segera melihat buah keuntungan dari suatu usaha. Jika Anda termasuk tipe trader seperti itu, maka perhatikan panduan belajar trading forex scalping berikut ini dengan seksama.

Strategi Scalping Dalam Trading Forex

Penerapan Strategi Scalping

Dengan tujuan meraih profit sedikit tapi sering, ada banyak teknik yang bisa diterapkan untuk memaksimalkan strategi scalping. Pada dasarnya, berikut ini aturan-aturan trading yang paling umum dalam strategi scalping:
  • Timeframe: Jenis timeframe kecil, biasanya antara 1 menit hingga 15 menit.
  • Target profit: Antara 5-10 pips
  • Jenis analisa: Cenderung mengutamakan teknikal, karena bagi scalper (trader pengguna strategi scalping), pengaruh fundamental hampir tidak bisa dilihat efeknya secara proporsional.
  • Kondisi trading: Spread rendah, pergerakan harga rapat dan akurat.

Trading Dengan Strategi Scalping

Secara teknikal, strategi scalping paling sederhana bisa ditentukan dalam 3 tahap trading berikut:

1. Menentukan Arah Trend

Mengikuti arah trend adalah salah satu metode trading pilihan yang bisa digunakan sebagai langkah pertama dalam strategi scalping. Hal itu wajar, karena teknik trend following seringkali menjadi strategi awal yang diajarkan dalam program belajar trading forex. Cara mengetahui trend harga tidaklah sulit, karena ada banyak indikator penunjuk arah trend yang sudah terpasang di platform trading, dimana salah satu contoh yang paling umum adalah Moving Average (MA).

17 strategi scalping dengan menentukan arah trend
Grafik di atas memperlihatkan penempatan Exponential Moving Average (EMA) 200 di chart NZD/USD. Terlihat trend harga sedang naik, dan dikonfirmasikan oleh pergerakan EMA di bawah harga. Dalam konteks ini, Anda bisa mengambil order buy untuk mengambil posisi sesuai arah trend. Namun sebaiknya, jangan asal mencari titik entry dari penggunaan indikator EMA saja. Untuk mengetahui peluang buy potensial, gunakanlah teknik kedua dalam strategi scalping, yakni "Mencari Momentum Entry".

2. Mencari Momentum Entry

Setelah mengetahui arah trend, berikutnya Anda perlu mengetahui potensi entry yang pas agar bisa memanfaatkan peluang trading terbaik dari strategi scalping. Mengapa langkah ini perlu dilakukan? Tidakkah mengetahui arah trend dengan MA saja sudah cukup? Coba perhatikan kembali contoh chart di atas. Tampak bahwa meskipun secara keseluruhan harga bergerak naik, tapi ada beberapa titik dimana harga mengalami koreksi bearish (turun sementara).

Dalam strategi scalping yang memanfaatkan pergerakan terkecil harga, perubahan-perubahan minor tersebut tentu saja penting karena bisa berpengaruh pada prospek keberhasilan trading. Bayangkan apabila Anda sudah membuka order buy dengan target 5 pips, tapi ternyata pergerakan harga sedang terkoreksi. Bukannya profit yang didapat, justru Anda akan mendapat loss dari entry order yang tidak sesuai tersebut.

Nah, salah satu metode entry yang disarankan dalam strategi scalping adalah menyaring sinyal dengan indikator oscillator. Melalui strategi ini, Anda bisa menentukan posisi entry ideal dengan mendeteksi akhir koreksi harga dari momen overbought (jenuh beli) atau oversold (jenuh jual).

17 strategi scalping dengan mencari momentum entry
Contoh grafik di atas memperlihatkan strategi pencarian momentum entry pada grafik NZD/USD, dengan indikator CCI. Ketika trend sedang naik dan Anda mencari titik entry buy paling tepat, peluang entry muncul di saat harga mencapai area oversold. Dalam posisi tersebut, harga sudah berada dalam kondisi jenuh jual, sehingga besar kemungkinan harga akan memantul naik. Di sisi lain, apabila trend harga sedang turun dan Anda mencari peluang sell, maka ambilah momen ketika harga berada di posisi overbought.

3. Mengatur Level Exit

Setelah entry order, tahap berikutnya adalah menyesuaikan level exit. Anda bisa mengikuti parameter umum dari strategi scalping, yakni 5-10 pips untuk target profit. Sementara mengenai level stop loss, lebih baik sesuaikan pengaturannya dengan batas toleransi risiko Anda.

3 Hal Penting Dalam Strategi Scalping

Setiap strategi dalam trading forex memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, begitu pula dengan teknik scalping. Walaupun hasil trading bisa didapatkan dalam waktu singkat dan profit cenderung lebih mudah tercapai karena menggunakan target pips kecil, tapi strategi scalping menuntut tingkat konsentrasi yang tinggi dan kecepatan reaksi dalam menghadapi fluktuasi harga. Tak hanya itu, cepatnya perubahan harga di timeframe rendah juga berpotensi membuat psikologi trading jadi tidak tenang dan lebih mudah terpancing emosi fear dan greed.

Itulah mengapa, tidak semua trader cocok menerapkan strategi scalping, terutama mereka yang masih dalam tahap belajar trading forex. Beberapa sumber bahkan menyatakan jika strategi ini lebih baik digunakan oleh para profesional atau trader yang sudah berpengalaman saja. Namun sebagai trader yang ingin mencoba efektivitas scalping, tentu tidak ada salahnya bagi Anda untuk menerapkan strategi trading tersebut di akun demo. Nah, berikut ini tips-tips penting yang tak boleh Anda lewatkan sebelum menjajal strategi scalping:

Jaga Konsistensi Ukuran Lot

Jika ingin menempatkan lot 0.01 per posisi, maka gunakan ukuran itu sebagai patokan untuk semua order Anda. Strategi scalping cenderung mengarahkan trader untuk membuka banyak posisi. Jadi agar money management Anda lebih mudah, biasakanlah untuk belajar trading forex dengan ukuran lot bisa yang konsisten.

Perhatikan Aturan Broker

Agar penggunaan strategi scalping bisa optimal, carilah broker yang mampu menyediakan kondisi spread rendah dan kuotasi harga 5 digit. Selain itu, perhatikan pula kondisi broker tentang penerapan strategi scalping. Faktanya, ada broker-broker yang membatasi scalper dengan memberi limit minimum pada periode open order. Jadi ketika memilih broker forex, sebaiknya pastikan ketentuan broker sudah kompatibel untuk mengoptimalkan strategi scalping. Dalam hal ini, broker FirewoodFX bisa menjadi salah satu contoh broker ideal, karena selain memperbolehkan penggunaan strategi apapun (termasuk scalping), FirewoodFX juga memberikan opsi presisi harga 5 digit dan spread rendah dengan model fixed (tetap).

Atur Leverage Sebaik Mungkin

Karena strategi scalping membangun keuntungan besar dari profit-profit kecil, banyak trader berupaya memperbanyak open posisi untuk mendapat gain tinggi. Hal ini umumnya diusahakan dengan penggunaan leverage besar. Hal tersebut bisa saja dilakukan, tapi jika Anda masih belajar trading forex untuk memahami penerapan strategi ini, lebih baik gunakan leverage kecil, paling tidak dalam 3 bulan pertama sampai Anda menemukan kenyamanan dan metode scalping yang cocok.