Teknik Price Action, Metode Trading Sederhana Yang Dapat Diandalkan

Demi mengoptimalkan potensi keuntungan dalam trading forex, banyak trader rela mempelajari dan mencoba beragam strategi. Semakin jauh mereka terjebak dalam pencarian strategi forex terbaik, semakin banyak dan rumit pula teknik yang mereka cari. Padahal, untuk bisa mengidentifikasi pergerakan berikutnya, ada metode sederhana yang dapat diandalkan, yakni teknik price action.

Pada dasarnya, teknik price action adalah cara analisa sederhana yang dilakukan dengan mengamati pola pergerakan harga apa adanya di chart. Jadi, strategi ini tak bergantung pada indikator apapun, paling jauh hanya mengandalkan garis-garis suuport resistance atau Moving Average untuk keperluan konfirmasi sinyal.

Teknik Price Action Dalam Forex
Melalui teknik price action, Anda bisa belajar menginterpretasi arah pergerakan harga selanjutnya dari formasi candlestick yang ada. Artikel ini akan membahas hal-hal penting yang bisa Anda pelajari sebagai dasar-dasar strategi forex trading dengan teknik price action.

Dasar Teknik Price Action: Candlestick Bullish, Bearish, Up Bar, Down Bar

Mengenali candlestick bullish dan bearish adalah strategi forex paling dasar dalam teknik price action. Anda bisa dengan mudah mengidentifikasi suatu candlestick hanya dengan melihat warnanya saja. Namun karena setting warna di setiap chart trader bisa berbeda-beda, maka ada baiknya Anda mempelajari teori pembentukan candle bull dan bear.

Dalam pemahaman teknik price action, suatu candlestick dikatakan bullish apabila ia ditutup (close) pada level yang lebih tinggi dari harga pembukaannya (open). Sebaliknya, formasi candlestick bearish terkonfirmasi jika harga penutupan berakhir di level yang lebih rendah dari harga pembukaan.

Grafik di bawah ini menampilkan contoh candlestick bullish dan bearish:

Mengenali Formasi Dasar Candlestick
Secara umum, candlestick bullish menandakan kuatnya sentimen buyer, begitu juga sebaliknya dengan candlestick bearish yang berpihak pada sentimen seller. Selain melihat formasi candle satu per satu, teknik price action juga memperhatikan pola rentetan candlestick. Dalam metode ini, up bar mewakili rentetan candlestick bullish, sedangkan down bar menggambarkan rangkaian candlestick bearish.

Yang menarik di sini, suatu up bar bisa mengandung candlestick bearish, begitupun down bar juga dapat dihuni oleh candlestick bullish. Hal ini bisa terjadi karena dalam mengartikan up bar dan down bar, prinsip teknik price action lebih melihat bagaimana posisi suatu candestick terhadap harga sebelumnya.

Teknik Price Action Dengan Up Bar Dan Down Bar
Jadi, candles bearish tetap tergolong sebagai bagian dari rangkaian up bar selama high (level tertinggi) dan low (level terendah)-nya lebih tinggi dari high low candle sebelumnya. Pemahaman teknik price action serupa juga bisa diaplikasikan untuk memahami posisi candles bullish dalam rentetan down bar.

Formasi Candlestick Utama Dalam Teknik Price Action

Lebih dari sekedar pola bullish dan bearish, teknik price action juga menganalisa formasi candlestick dengan beragam bentuk unik yang masing-masing dapat diinterpretasikan sebagai sinyal penting, baik itu pembalikan (reversal) atau penerusan.

Namun secara garis besar, teknik price action menggunakan 3 formasi candlestick utama yang terdiri dari:

1. Pin Bar

Pin bar merupakan salah satu pola candle utama dalam teknik price action, karena paling mudah dikenali dan sering dijumpai di chart. Kemunculannya ditandai dengan body candle yang kecil dan salah satu sumbu memanjang melebihi besar body-nya. Terdapat dua jenis pin bar, di mana bearish pin bar yang terbentuk di puncak (top) harga teridentifikasi sebagai penanda bearish reversal, sementara bullish pin bar di dasar (bottom) harga seringkali diartikan sebagai sinyal pembalikan bullish.

Teknik Price Action Dengan Pin Bar
Nial Fuller, seorang master teknik price action mengungkapkan bahwa pin bar bisa sangat akurat jika terbentuk pada support resistance harga yang mengalami penguatan trend. Dalam penerapan teknik price action, pin bar seringkali dimanfaatkan untuk mengkonfirmasi pembalikan trend dalam strategi forex reversal, atau memvalidasi gelombang pullback dalam metode trading sesuai trend.

Pin Bar Dalam Strategi Forex Reversal

Pin Bar Dalam Strategi Forex Reversal


Pin Bar Dalam Strategi Forex Trend

Pin Bar Dalam Strategi Forex Trend


2. Inside Bar

Menandakan konsolidasi pasar yang sedang berada dalam ketidakpastian, inside bar teridentifikasi sebagai formasi candle yang level high dan low-nya berada dalam range candle sebelumnya. Itulah mengapa, teknik price action dengan pola ini memerlukan pengamatan pada 2 candlestick sekaligus, di mana candle pertama disebut sebagai mother bar, dan candle kedua adalah inside bar. Teknik Price Action Dengan Inside Bar
Grafik inside bar menjadi pertanda keraguan buyer dan seller yang saling menunggu. Dengan demikian, Anda sebaiknya menunggu hingga candle ke-3 (konfirmator) tertutup untuk mengartikan sinyal inside bar. Teknik price action yang direkomendasikan adalah: jika candlestick konfirmator close di atas level high mother bar, maka artinya buyer telah mengambil inisiatif untuk mendorong harga ke atas. Sebaliknya, Anda bisa mengambil langkah bearish jika candle ke-3 tertutup di bawah level low mother bar. Kondisi tersebut mencerminkan kemenangan seller dalam menekan harga ke arah downside.

Cara Trading Dengan Inside Bar

3. Fakey Bar (Inside Bar + Pin Bar)

Sinyal palsu (false signal) merupakan kemungkinan yang bisa selalu terjadi dan oleh karena itu harus diwaspadai oleh setiap trader. Dalam teknik price action, terdapat formasi candlestick khusus yang dapat dikenali sebagai penanda false signal (fakey).

Pola ini terdiri dari 3 candle. Dua candle pertama adalah formasi mother bar dan inside bar, sementara candle ke-3 adalah konfirmator yang sebenarnya menunjukkan false break. Masih bingung? Untul lebih mudahnya, coba pahami kembali teknik price action dari sinyal inside bar di bagian sebelumnya.

Formasi Fakey Bar
Dalam kondisi normal, candle konfirmator yang tertutup di bawah low mother bar seharusnya menjadi awal downtrend. Namun teknik price action ini terbukti tidak selalu benar. Faktanya, harga berikutnya justru bisa membentuk uptrend. Untuk menghindari risiko tersebut, sebaiknya perhatikan bagaimana bentuk candle konfirmator setelah inside bar. Jika formasinya tampak seperti candlestick biasa, maka ia bukanlah penanda false signal. Namun apabila bentuknya menyerupai pin bar, maka berhati-hatilah karena itu bisa menjadi tanda penolakan harga untuk berlanjut meneruskan sentimen sebelumnya.

Menentukan Exit Level Dengan Teknik Price Action

Selain untuk memperkirakan arah pergerakan harga selanjutnya, teknik price action juga bisa dimanfaatkan dalam strategi forex untuk menentukan level exit. Sebagai contoh, apabila Anda entry order berdasarkan sinyal inside bar, maka gunakanlah level high atau low mother bar sebagai patokan stop loss.
Sementara jika mengandalkan peluang dari pin bar atau fakey bar, sebaiknya perhatikan panduan teknik price action ini:

Teknik Exit Price Action

Akhir Kata

Metode pengamatan langsung pada grafik harga di chart menjadikan teknik price action sebagai strategi forex sederhana yang dapat diandalkan. Untuk menguasai dasar strategi forex ini, Anda cukup mempelajari kaidah candlestick bullish, bearish, up bar, down bar, pin bar, dan inside bar. Di samping itu, Anda juga perlu mewaspadai fakey bar dengan cara menunggu hingga candle ke-4 terbentuk.

Teknik Price Action Dengan Fakey Bar
Dalam contoh grafik di atas, tampak bahwa open order dengan teknik price action sebaiknya dilakukan setelah candle ke-4 terbentuk. Apabila candle tersebut ditutup lebih tinggi dari bearish pin bar, maka besar kemungkinan harga akan berlanjut dalam uptrend.